Product :
Tampilkan postingan dengan label Info Palestina. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Info Palestina. Tampilkan semua postingan

Palestina Galang Dukungan untuk Muslim Rohingya

Written By T Noval Ariandi on Minggu, 22 Juli 2012 | 22.59

Ribuan warga Palestina turun ke jalan mengutuk perlakuan diskriminasi yang dialami muslim Rohingya Myanmar. Demonstrasi itu diselenggarakan oleh Departemen Gaza Endowment dan Yayasan Ulama Muslim Palestina.

Dalam aksinya, mereka meminta masyarakat internasional turut aktif menghentikan diskriminasi dan pembantaian terhadap Muslim Rohingya.

"Ini bukan hal yang baru bagi dunia tidak bertindak dan diam, sementara Muslim dibantai. Sedang bila ada pelanggaran kecil di tempat lain di dunia, negara-negara Barat langsung bereaksi atas nama demokrasi," ungkap Salem Salameh dari Yayasan Ulama Muslim Palestina kepada Press TV.

Untuk itu ia meminta seluruh umat muslim di dunia bersatu untuk Muslim Rohingya.

"Kami meminta semua umat Islam seluruh dunia untuk bangun dan melangkah bersama ke depan untuk menghentikan pembantaian terhadap Muslim Rohingya," tambahnya.

Menurut laporan terakhir, hampir 650 dari hampir satu juta Muslim Rohingya tewas selama bentrokan yang terjadi di wilayah barat Rakhine, Myanmar. Sementara 1200 lainnya hilang dan 90 ribu lebih terlantar.

PBB menggambarkan komunitas muslim Rohingya sebagai Palestina dari Asia dan salah satu kelompok minoritas paling teraniaya di dunia.

Pemerintah Myanmar sendiri tidak mengakui Muslim Rohingya dan menyebut mereka sebagai imigran ilegal meski mereka telah tinggal di negara itu selama beberapa generasi.(Sumber)

Pemimpin Muslim Rusia jadi sasaran serangan

Written By T Noval Ariandi on Kamis, 19 Juli 2012 | 07.24

Pejabat muslim senior di kawasan berpenduduk mayoritas muslim Tatarstan, Rusia, cedera akibat serangan bom mobil dan wakilnya tewas dalam serangan terpisah pada Kamis.

Mufti Tatarstan, Ildis Faizov dirawat di rumah sakit setelah ledakan menghantam kendaraannya ketika ia berada di ibu kota Tatarstan, Kazan, kata Komite Penyelidik Federal dalam satu pernyataan yang dikutip kantor berita Reuters.

Komite penyelidik juga menyatakan bahwa wakil mufti, Valiulla Yakupov, ditembak mati dalam waktu yang hampir bersamaan di jalan masuk ke rumahnya di Kazan.

Para gerilyawan mengatakan mereka berperang untuk mendirikan sebuah negara Islam terpisah di provinsi perbatasan selatan Rusia dan kadang-kadang menargetkan para pemimpin Muslim arus utama, yang mendukung pemerintah regional.

Tatarstan yang biasanya tenang dan tetap menjadi satu tempat penerapan toleransi agama di Rusia, yang mayoritas pemeluk Kristen Ortodoks.

Sementara ini tidak ada pihak yang segera mengaku bertanggung jawab atas serangan-serangan di Kazan, yang berada sekitar 735 kilometer di timur Moskow. (Sumber)

Temui Raja Arab, Presiden Palestina Minta Bantuan Dana

Written By T Noval Ariandi on Sabtu, 14 Juli 2012 | 12.20

RIYADH - Presiden Otoritas Palestina Mahmoud Abbas meminta bantuan dana ke Raja Arab Saudi, Abdullah bin Abdul Aziz. Abbas berkunjung ke Kerajaan Arab Saudi mengaku, dirinya kesulitan untuk menggaji warganya seiring dengan makin mendekatnya Bulan Ramadhan.

Kedua petinggi negara itu mendiskusikan krisis finansial yang melanda Palestina yang cukup kronis. Menjelang Bulan Ramadhan, Palestina masih kesulitan untuk menggaji dan memberikan tunjangan ke para warganya sendiri.

"Abbas meminta bantuan dari Kerajaan Arab Saudi, yang selalu aktif memberikan dukungan ke Palestina," ujar diplomat Palestina Jamal Shobaki, seperti dikutip AFP, Sabtu (14/7/2012).

Jumlah utang yang dimiliki Palestina semakin meningkat dan sudah mencapai miliaran dolar Amerika Serikat (AS). Menurut Pemerintah Palestina, Palestina membutuhkan USD500 juta atau sekira Rp.4,7 triliun untuk mengatasi krisis.

Pemerintah Palestina mengaku, krisis ekonomi yang terjadi pada tahun ini merupakan krisis ekonomi terburuk yang pernah ada sejak 1994 silam. Palestina juga mengatakan bahwa negara-negara donor tidak berkomitmen membantu Palestina.

Menurut laporan dari AFO, sejumlah negara Arab dan negara lain di belahan dunia ini, sudah berjanji memberikan dana sebesar miliaran dolar AS untuk Palestina. Namun hingga kini Palestina hanya mendapat USD480 juta dolar Rp4,5 triliun.

Perdana Menteri Palestina Salam Fayyad mendekati Gubernur Bank Sentral Israel Stanley Fischer untuk meminta bantuan guna meminjam uang dari Dana Moneter Internasional (IMF) pada awal 2012. Namun permintaan itu ditolak IMF. (Sumber)

Angkatan Udara Israel Kembali Serang Jalur Gaza

Written By T Noval Ariandi on Jumat, 13 Juli 2012 | 11.13

Angkatan udara zionis-Israel kembali melakukan serangan ke Jalur Gaza pada hari Kamis (13/07/2012) pagi hari. Serangan tersebut ditujukan untuk menghancurkan daerah yang disinyalir sebagai tempat berlatih sayap militer HAMAS Brigade Izzudin Al Qassam.
Dilaporkan seorang warga Palestina tewas dan dua orang lainnya mengalami luka parah. Petugas medis Jalur Gaza menyebut korban tewas bernama Mahmud Al Hiqi (27).
Sumber kemiliteran Israel sendiri menjelaskan serangan mereka tersebut adalah sebuah usaha untuk membela diri atas kecurigaan dari sumber inteligen Israel yang melaporkan bahwa Izzudin Al Qassam sedang mempersiapkan roket untuk melakukan serangan ke Tel Aviv.

“Kami memang sengaja menyerang Gaza, karena kami menemukan informasi bahwa para Teroris itu berencana untuk menyerang Israel dengan rudal mereka, " jelas sumber militer Israel yang biasa menuduh HAMAS sebagai gerakan terorisme.
Memanasnya situasi gencatan senjata antara HAMAS dan Zionis-Israel ini dipicu oleh kejadian di mana  tiga orang warga Palestina yang sedang bepergian dalam sebuah mobil di Shejaiya Palestina, sebuah lingkungan di timur kota mendapat serangan Israel terlebih dahulu. Mobil yang mereka kendarai sengaja ditabrak oleh sebuah tank Israel. Tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini, namun satu orang terluka dan 2 lainnya mengalami kritis atas kejadian ini.
Kejadian ini telah membuat rakyat Palestina melakukan aksi balasan dan melakukakn serangan kepada warga Israel di daerah dekat gunung Sinai. Akibatnya seorang warga Israel tewas atas aksi balasan ini. Kekisruhan ini sudah memetik bara sejak 18 Juni 2012, dan telah membuat Israel melakukan serangan balasan dan menewaskan 15 warga Palestina.
Sementara itu, Brigade Izzudin Al Qassam sendiri mengakui telah melepaskan 15 roket ke jantung Negara Zionis-Israel sebagai bentuk pembalasan atas serangan Israel kepada warga Palestina dan menewaskan 5 warga Israel.

Saat ini seorang warga Palestina yang diserang oleh angkatan udaran Israel tersebut hanyalah seorang warga sipil dan bukan bagian dari Izzudin Al Qassam. Ini membuktikan bahwa serangan Israel selama dua hari berturut-turut telah menembakan amunisi kepada sasaran yang salah. (Sumber)

Hamas Ubah Gaza Lebih Liberal?

Written By T Noval Ariandi on Kamis, 12 Juli 2012 | 13.01

GAZA - Setelah lima tahun berhasil berebut kepemimpinan di Jalur Gaza, Hamas dikabarkan berhasil menerapkan syariat yang cukup ketat di kawasan yang terletak di bagian barat daya Israel tersebut. Namun, masyarakat dikawasan itu mengakui kini Jalur Gaza lebih liberal.

Pada umumnya polisi Hamas kerap melakukan patroli di seluruh kawasan baik di jalanan Kota Gaza maupun dikawasan pantai untuk mengintai siapa saja yang melanggar syariat. Tidak hanya itu, polisi juga memantau penjualan busana perempuan. Bahkan para pengacara perempuan pun diperintahkan untuk mengenakan penutup kepala.

Namun, berdasarkan pengakuan sejumlah warga Gaza kini beberapa peraturan tidak lagi terlalu ketat. Hal ini disampaikan oleh salah seorang warga Gaza Said Al Helou yang berprofesi sebagai penjual pakaian dalam wanita.

"Pemerintah tidak lagi menganggu Saya," ujar Al Helou, seperti dikutip Global Post, Rabu, (11/7/2012).

"Awalnya, beberapa tahun lalu polisi meminta Saya untuk tidak memajang foto atau manekin yang menampilkan tubuh perempuan di etalase toko. Namun, sekarang Saya memiliki manekin yang mengenakan pakaian tidur berenda putin dan mereka tidak lagi peduli," tambah Al Helou.

Perubahan ini juga terlihat ketika seorang pria yang berprofesi sebagai penata rambut kembali menjalankan profesinya setelah sebelumnya ia sempat dilarang untuk menata rambut perempuan.

Di Gaza City, juga sudah mulai banyak ditemukan perempuan-perempuan yang bepergian tanpa menggunakan penutup kepala. Mereka bahkan dengan santai bertemu dengan teman pria lalu untuk selanjutnya menghabiskan waktu di sejumlah kafe kelas atas.

Meski demikian, minuman beralkohol masih dilarang dikawasan ini sama halnya dengan berdansa ataupun pelaksanaan pesta pernikahan yang mencampur tamu pria dan perempuan.

Sebelumnya, Hamas yang merupakan organisasi Pergerakan Perlawanan Islam ingin membentuk sebuah negara Islam dimana wilayahnya terdiri atas wilayah Israel dan Palestina. Namun, banyaknya perubahan yang terjadi menunjukkan bahwa kelompok ini berkembang menjadi semakin toleran.

Menurut beberapa kalangan, perubahan ini juga menandai bahwa Hamas semakin beradaptasi dengan peran dan fungsinya sebagai penyelenggara negara. Namun, di lain sisi sejumlah pihak juga menyayangkan terjadinya perubahan ini.

"Perempuan-perempuan muda jadi merasa lebih bebas untuk memakai apa yang mereka inginkan sekarang, ini melawan Islam. Namun, menurut Saya pemerintah tidak perlu terlibat dalam masalah ini. Saya ingin orang-orang kembali ke Islam melalui keyakinan mereka sendiri bukan aturan pemerintah," ujar salah seorang warga Abdullah Mohammed.

Dalam sebuah kesempatan Juru bicara pemerintahan Hamas Taher Al Nounou menekankan bahwa Hamas menjalankan sebuah pemerintahan Islam yang moderat dan menolak fundamentalis yang dinilainya tidak penting.

"Hamas mungkin menyadari bahwa warga Gaza sama halnya dengan warga-warga di berbagai daerah lain diseluruh dunia," ujar Direktur asosiasi HAM Al Dameer yang berbasis di Gaza, Khalil Abu Shammala.

Hamas berkuasa di Jalur Gaza pada 2007 silam setelah berhasil mengalahkan Fatah dalam serangkaian pertempuran sengit. Setelah beberapa tahun mengalami isolasi diplomatik dan ekonomi, Hamas kini dikabarkan mulai mengembangkan hubungan dengan sejumlah negara. (Sumber)

Israel Meluncurkan Serangan Balasan di Jalur Gaza

Written By T Noval Ariandi on Rabu, 11 Juli 2012 | 05.39

Angkatan udara Israel melakukan serangan udara di Jalur Gaza Senin malam kemarin (9/7), sebagai balasan atas serangan roket Palestina terhadap wilayah Israel selatan, kata seorang jurubicara militer mengatakan, Selasa hari ini (10/7).

"Sebuah pesawat angkatan udara menyerang dua basis aktivitas teroris Hamas di Jalur Gaza selatan," kata angkatan bersenjata Israel dalam sebuah pernyataan, menurut laporan AFP.

Sebelumnya pejuang Palestina di Gaza pada hari Senin kemarin menembakkan roket yang jatuh ke wilayah tak berpenghuni di Israel selatan tanpa menimbulkan korban atau kerusakan.

Pada malam harinya sekelompokpejuang bersenjata Palestina melepaskan tembakan dengan senapan otomatis ke arah mobil di Israel selatan tanpa menimbulkan cedera, juru bicara polisi Micky Rosenfeld mengatakan kepada AFP.

"Tembakan itu menargetkan mobil di Yad Mordechai kibbutz. Terdapat kerusakan material," tambahnya.

Seorang jurubicara militer mengkonfirmasi penembakan tersebut dan mengatakan sebuah bangunan rusak akibat tembakan.(Sumber)

Lebih dari 200 Tentara Israel dan Pemukiman Yahudi Serbu Masjid Al-Aqsa

Lebih dari 200 tentara Israel berseragam dan pemukim Yahudi menyerbu masjid suci Al-Aqsha pada hari Senin kemarin (9/7) beserta ratusan wisatawan Yahudi.

Situs web Palestine-48 mengatakan bahwa para pemukim Yahudi dan tentara Israel memasuki masjid Al-Aqsha melalui gerbang Bab Al-Maghareba dan secara provokatif berkeliaran di plaza masjid.

Dilaporkan bahwa tentara Israel juga mengancam anak-anak Palestina di dalam kompleks Al-Aqsha yang berusaha mendekati wisatawan.

Pemukim Yahudi dan tentara berseragam baru-baru ini meningkatkan aksi mereka menyeru Masjid Al-Aqsha sementara itu jamaah Palestina dilarang masuk ke dalam masjid atau mengalami pelecehan di gerbangnya.(Sumber)

Konferensi Pembebasan Palestina berlangsung di Bandung

Written By T Noval Ariandi on Selasa, 10 Juli 2012 | 11.56

Bandung (ANTARA News) - Konferensi Pembebasan Palestina atau International Conference For The Freedom of Al Quds and Palestine resmi digelar di Bandung pada 4-5 Juli.

"Konferensi ini diharapkan bisa menjadi momentum kemerdekaan Palestina. Membangkitkan kembali semangat anti penjajahan dan memupuk persatuan antara negara-negara dunia dalam memerangi penjajahan," ujar Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan dalam pidato sambutannya.

Ahmad mengatakan konferensi tersebut sangat berkaitan dengan pelaksanaan Konferensi Asia Afrika yang berlangsung pada 18-24 April 1955, karena Palestina merupakan satu-satunya negara di Asia dan Afrika yang belum merdeka.

Dia juga menambahkan masyarakat Indonesia juga menginginkan kemerdekaan Palestina dan terus mendorong agar kemerdekaan itu dapat terwujud.

Duta Besar Palestina untuk Indonesia Fariz Mehdawi mengatakan kemerdekaan merupakan prinsip yang harus dimiliki semua negara yang di dunia.

"Permasalahannya adalah seluruh dunia sudah mendapatkan kemerdekaannya, kecuali Palestina," kata Mehdawi.

Mehdawi mengatakan kemerdekaan Palestina hanya persoalan waktu, karena sebenarnya Palestina sudah mempunyai syarat sebagai sebuah negara dan mempunyai perwakilan di 135 negara.

"Memang diperlukan persatuan untuk mendukung terwujudnya kemerdekaan Palestina."

Dubes juga memuji Parlemen Indonesia yang meskipun ada perpecahan namun bersatu jika mendukung kemerdekaan Palestina.

Konferensi Pembebasan Palestina dilangsungkan di Bandung pada 4-5 Juli. Konferensi tersebut diikuti ratusan peserta yang berasal dari berbagai negara seperti Inggris, Palestina, Filipina, Malaysia, Sudan, Indonesia dan lainnya.(Sumber)

Populer

.:: eramuslim.com ::.

Aqidah dan Fiqih

More Post »

Asean

METRO TV NEWS AKTUAL

« »
« »
« »
Get this widget